10 food terminology minggu ke3
FOOD TERMINOLOGI
1.spaghetti
Sejarah spaghetti sama beraroma seperti makanan itu sendiri! Meskipun pasta yang berhubungan dengan makanan Italia, itu telah lama berpikir bahwa Marco Polo membawa makanan ini kembali ke Italia dari perjalanan ke China pada 1295, namun ada referensi untuk pasta yang ada di Italia sebelum tanggal tersebut dan mie dan mie seperti Polo makanan yang digambarkan sebagai Cina dibuat berbeda dari spaghetti tradisional.
Jadi mana sejarah spaghetti dimulai?
Sejak pencatatan di zaman kuno tidak begitu besar, sulit untuk mengatakan dengan pasti. Orang Yunani kuno dan Romawi melakukan makan semacam adonan yang mungkin telah mirip dengan spaghetti, tapi mereka dimasak di batu. Orang Arab makan mie rebus bahwa mereka seperti pasta dan mungkin telah memperkenalkan makanan ini ke Italia menyembuhkan penaklukan mereka atas Sisilia dan bahkan beberapa resep Sisilia kuno termasuk rempah-rempah yang diperkenalkan oleh orang Arab. Satu hal yang pasti sekalipun, spaghetti kembali, cara lama!
Sejarah lebih modern spaghetti memiliki hubungan langsung ke Italia. Iklim negara ini cocok untuk menumbuhkan gandum Durham yang menyediakan semolina yang diperlukan untuk spageti yang baik sehingga tidak peduli bagaimana itu berasal, Anda dapat yakin makanan telah banyak digunakan di seluruh wilayah selama berabad-abad.
2. kue brownies
Siapa yang tidak kenal kue brownies? Kue cokelat ini begitu dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia, baik brownies panggang dan kukus. Namun, tahukah Anda sejarah di balik sepotong kue yang lezat ini? Ada beberapa versi yang menceritakan sejarah kue brownies. Salah satunya menyatakan bahwa kue cokelat ini berasal dari satu negara, yakni Amerika Serikat. Kali pertama muncul pada awal era tahun 1900-an. Kabarnya, berdasarkan tulisan pada buku The American Century Cookbook: The Most Popular Recipes of the 20th Century, dua resep brownies paling awal yang dipublikasikan muncul dalam buku masakan di Boston yang berjudul The Boston Cooking-School Cook Book. Para sejarawan merekam jejak pertama brownies pada buku The 1896 Boston Cooking-School Cook Book edisi tahun 1906 yang disunting oleh Fannie Merritt Farmer. Resep kue dalam buku tersebut adalah versi awal brownies yang kita kenal kini dengan kadar cokelat yang kurang pekat dan kaya. Sementara itu, resep brownies kedua muncul pada tahun 1907 pada buku Lowney's Cook Book Illustrated yang ditulis oleh Maria Willet Howard dan diterbitkan oleh Walter M Lowney Company of Boston, Amerika Serikat. Howard merupakan anak didik Farmer yang menambahkan telur dan cokelat ke dalam resep terdahulu, sehingga menghasilkan brownies yang lebih kaya akan cokelat. Kabar lain menyebutkan bahwa brownies ditemukan oleh Mildred Brown Schrumpf dari Bangor, Maine, Amerika Serikat. Kabarnya, Schrumpf tengah membuat kue cokelat, tapi lupa memasukkan bubuk pengembang dalam adonan. Akhirnya, kue cokelat buatan Schrumpf gagal mengembang. Namun, seperti dikutip situs ebparks, Schrumpf tidak mau menyia-nyiakan kue gagal itu. Dia memotongnya menjadi beberapa potongan dan menyajikannya pada keluarganya. Kue gagal buatan Schrumpf pun menjadi begitu tenar dan diigemari di lingkungannya. Versi awal kue brownies ini pun dikenal dengan nama Bangor Brownies. Kue brownies kemudian begitu terkenal di penjuru Amerika Serikat pada era 1920-an. Saat ini, lebih dari 100.000 resep kue brownies dapat dengan mudah ditelusuri di internet. Variasi kue cokelat ini pun semakin beragam, mulai dari dicampurkan dengan keju, gula-gula, hingga kopi.
sumber :
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ternyata, Kue Brownies adalah "Produk Gagal" yang Berakhir Populer ", https://lifestyle.kompas.com/read/2015/04/14/185000520/Ternyata.Kue.Brownies.adalah.Produk.Gagal.yang.Berakhir.Populer..
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
3. soto
Makanan khas yang konon asalnya dari Cina ini telah menjadi bagian dari makanan masyarakat Indonesia. Dengan menyesuaikan olahan bumbu agar pas dengan lidah orang Indonesia, lahirlah kemudian Soto Semarang, Soto Kudus, Soto Madura, Soto Bangkong, Tauto Pekalongan, Sauto Tegal dan sebagainya.
Menurut Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto, orang Makassar menyebutnya Coto, dan orang Pekalongan menyebutnya Tauto bahkan beberapa tempat ada yang menyebutnya Sauto.
Antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr Lono Simatupang, mengemukakan bahwa, soto merupakan campuran dari berbagai macam tradisi. Di dalamnya ada pengaruh lokal dan budaya lain. Mi atau soun pada soto, misalnya, berasal dari tradisi China. China-lah yang memiliki teknologi membuat mi dan soun, ujarnya.
Soto juga kemungkinan mendapat pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto yang menggunakan kunyit. Ini seperti kari dari India, ujarnya. Karena soto merupakan campuran dari berbagai tradisi, ungkap Lono, asal usulnya menjadi sulit ditelusuri. Soto itu seperti dangdut yang mendapat pengaruh dari berbagai tradisi. Ya, sudah kita terima saja.
Penyebaran soto ke berbagai daerah di Indonesia seiring dengan penyebaran manusia. Makanan yang tersebar itu kemudian bisa diterima di tempat lain. Selain itu, makanan juga menyebar karena ada proses industri. Penyebaran ini, lanjut Lono, diikuti dengan upaya lokalitas. Proses lokalitas soto mungkin sama seperti lokalitas Islam maupun Kristen di Indonesia. Inilah yang mengakibatkan muncul berbagai jenis soto di Indonesia.
4. roti canai
Roti Canai, Mantap Buat Sarapan dan Nikmat Buat Camilan
Di Jawa Timur, Roti Canai atau Roti Prata lebih di kenal dengan nama Roti Maryam. Meskipun bentuk dan rasa ketiga nama roti ini mirip bahkan sepintas bisa dikatakan sama. Yang pasti sama adalah Roti ini berbentuk bulat dan yang khas saat dimakan bisa diambil sedikit-demi sedikit bagian roti ini yang berlapis-lapis.
Secara sederhana, resep roti maryam ini sebenarnya hanya terdiri dari tepung terigu, telur, minyak goreng, mentega dan tentu saja air. Kadang juga ditambah susu bubuk full cream. Komposisi atau berat dan takaran tiap bahan bisa berbeda-beda tergantung dari keahlian si pembuat untuk menentukan cita rasa seperti apa yang disukai pembeli atau konsumennya.
Roti Maryam atau bisa dikatakan yang bentuknya mirip mempunyai banyak nama, seperti di India disebut dengan roti canai, di negara Myanmar disebut dengan nama Palata. Sementara di negara Malaysia dan Singapura roti ini mendapat sebutan Prata.
Flying Bird (Roti terbang) adalah sebutan untuk roti maryam di negara-negara Eropa, sedangkan di cina disebut dengan nama Yin Du Jiang Bing (Biskuit Panggang dari India). Katanya sih, roti maryam ini awal mulanya dari daerah India Utara (meskipun keotentikan info ini masih perlu diteliti) dan disebut dengan nama roti Paratha.
Di Indonesia, terutama di kampung arab roti maryam seperti menjadi menu wajib untuk sarapan dengan lauk gule maupun kare.
5. hemburger
Nama hamburger sendiri bukan berasal dari “ham” atau daging asap dalam bahasa Inggris, melainkan berasal dari nama kota Hamburg di negara Jerman yang menjadi awal mula daging di dalam burger berasal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa arti kata hamburger berarti "makanan yang berasal dari Hamburg". Kemudian dari kota kedua terbesar di Jerman ini banyak penduduknya yang beremigrasi ke Amerika dan menyebarkan pembuatan burger ke sana.
Sebelum menyebar di Eropa, daging burger sudah lama menjadi makanan khas bangsa Tartar di Asia Tengah. Makanan tersebut berupa daging cincang yang disantap mentah-mentah dengan perasan jeruk. Lalu makanan tersebut dibawa ke benua Eropa, tepatnya ke kota Hamburg. Karena masyarakat di sana menolak memakan daging yang tidak dimasak, maka daging khas Tartar tersebut mengalami modifikasi dengan dibakar atau digoreng.
6.Bakso
Tau nggak sih kira-kira makanan apa yang banyak dicari saat musim penghujan tiba? yaps apalagi kalau bukan bakso. Dari aromanya yang khas sudah bisa tercium bagaimana kelezatan disetiap gigitannya. Sekarang ini sudah banyak aneka macam bakso yang dijajakkan di pasaran, ada bakso ikan, bakso daging, bakso urat dan masih banyak lagi. Dari segi ukuran juga bervariasi, mulai dari yang mini, sedang, jumbo, hingga kini yang sedang hits adalah bakso beranak. Tak hanya saat musim penghujan tiba, sajian bakso dapat kita jumpai kapan saja, baik itu siang ataupun saat malam tiba. Sejenak kita lupakan dulu kelezatan si bulat yang mampu memanjakan lidah ini.
Pada awal abad ke 17 saat akhir Dinasti Ming, disebuah desa kecil bernama Fuzhou hiduplah seorang pria bernama Meng Bo. Dia adalah orang yang amat berbakti pada kedua orang tuanya. Meng Bo tinggal berdua hanya dengan Sang Ibu. Kondisi ibunya yang sudah mulai tua menyebabkan tidak dapat makan makanan yang keras lagi, termasuk daging. Karena giginya sudah mulai rapuh dang tanggal.
Meng Bo yang mengetahui jika ibunya gemar makan daging menjadi sedih melihat kondisi seperti ini. Dia pun bingung memikirkan berbagai cara bagaimana dapat mengolah daging agar bisa dimakan oleh ibunya. Suatu ketika Meng Bo melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Dari sinilah muncul sebuah ide. Meng Bo mengambil daging yang ada di dapur dan menumbuk daging tersebut dengan cara sama seperti yang dilakukan tetangganya dalam membuat mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Setelah bulatan kecil terbentuk, kemudian ia merebus adonan itu hingga tercium aroma daging yang lezat.
sumber : https://www.hipwee.com/narasi/sebenarnya-siapa-sih-penemu-bakso-hingga-akhirnya-sekarang-menjadi-makanan-favorit-sejuta-umat/
7. Nian Gao
Nian Gao ( kue keranjang ) adalah makanan tradisional China yang selalu diburu saat tahun baru Imlek. Nian Gao terdiri dari ketan, gula, yang dibentuk bulat, lalu biasanya dipotong-potong lalu digoreng dengan telur yang sudah dikocok dengan gula.
Sumber :
http://sugareverythingnice.blogspot.co.id/2012/01/nian-gao-or-sticky-rice-cake.html?m=1
8. La Ji Zi
La Ji Zi ini memang menjadi makanan yang sangat hits di China dan La Ji Zi ini memiliki arti yaitu ayam pedas kering. La Ji Zi ini terdiri dari potongan daging ayam yang di potong dadu lalu digoreng sampai kering dengan beberapa bumbu, seperti cabai Sichuan, cabai kering, bawang putih, daun bawang, garam, kecap, gula, dan bumbu campuran lainnya.
Sumber : http://nycsliceofrice.blogspot.co.id/2010/07/chicken-with-chiles-la-ji-zi.html?m=1
9. Sanbeiji
Hidangan yang satu ini memang sangat unik karena dalam 1 porsi pembuatan Sanbeiji ini membutuhkan banyak bumbu. Sebenarnya Sanbaeji ini terdiri dari daging ayam yang dimasak dengan 3 cangkir bumbu sesuai dengan namanya yaitu Sanbeiji ( 3 cangkir ), di campur dengan anggur beras, kecap manis, dan secangkir lemak babi.
Sumber : https://thewoksoflife.com/2013/07/three-cup-chicken-san-bei-ji/
10. Wonton
Wonton adalah makanan khas China yang paling disukai wisatawan saat berkunjung ke China. Wonton ini hamper mirip dengan Siomay di Indonesia, yang membedakana Wonton dan Siomay adalah cara menghidangkannya. Wonton biasanya di sajikan dengan sup Siomay di Indonesia biasanya disajikan dengan kuah kaldu. Wonton terdiri dari udang dan ikan yang dicincang lalu direbus sampai matang. Wonton sudah menjadi makanan favorit sejak abad ke tujuh dan kini sudah bias di temukan di restoran-restoran di dunia.
Sumber : https://www.delish.com/cooking/recipe-ideas/recipes/easy-wonton-soup-recipe/
7. Nian Gao
Nian Gao ( kue keranjang ) adalah makanan tradisional China yang selalu diburu saat tahun baru Imlek. Nian Gao terdiri dari ketan, gula, yang dibentuk bulat, lalu biasanya dipotong-potong lalu digoreng dengan telur yang sudah dikocok dengan gula.
Sumber :
http://sugareverythingnice.blogspot.co.id/2012/01/nian-gao-or-sticky-rice-cake.html?m=1
8. La Ji Zi
La Ji Zi ini memang menjadi makanan yang sangat hits di China dan La Ji Zi ini memiliki arti yaitu ayam pedas kering. La Ji Zi ini terdiri dari potongan daging ayam yang di potong dadu lalu digoreng sampai kering dengan beberapa bumbu, seperti cabai Sichuan, cabai kering, bawang putih, daun bawang, garam, kecap, gula, dan bumbu campuran lainnya.
Sumber : http://nycsliceofrice.blogspot.co.id/2010/07/chicken-with-chiles-la-ji-zi.html?m=1
9. Sanbeiji
Hidangan yang satu ini memang sangat unik karena dalam 1 porsi pembuatan Sanbeiji ini membutuhkan banyak bumbu. Sebenarnya Sanbaeji ini terdiri dari daging ayam yang dimasak dengan 3 cangkir bumbu sesuai dengan namanya yaitu Sanbeiji ( 3 cangkir ), di campur dengan anggur beras, kecap manis, dan secangkir lemak babi.
Sumber : https://thewoksoflife.com/2013/07/three-cup-chicken-san-bei-ji/
10. Wonton
Wonton adalah makanan khas China yang paling disukai wisatawan saat berkunjung ke China. Wonton ini hamper mirip dengan Siomay di Indonesia, yang membedakana Wonton dan Siomay adalah cara menghidangkannya. Wonton biasanya di sajikan dengan sup Siomay di Indonesia biasanya disajikan dengan kuah kaldu. Wonton terdiri dari udang dan ikan yang dicincang lalu direbus sampai matang. Wonton sudah menjadi makanan favorit sejak abad ke tujuh dan kini sudah bias di temukan di restoran-restoran di dunia.
Sumber : https://www.delish.com/cooking/recipe-ideas/recipes/easy-wonton-soup-recipe/









Komentar
Posting Komentar