10 food terminology (MID)


1.Tempura

Hasil gambar untuk tempura
Ingridients :
-Shrimp
-Seasoning salt and pepper
-Lime
-Bread Crumb
-Flour
-Egg

How to make :
- Seasoning shrimp with salt and pepper and a little bit of lime citrus
-Breaded shrimp ( Lumurkan shrimp ke tepung terigu,lalu ke kocokam telur, dan bread crumb)
-After that Deep frying the shrimp.

Hidangan ini juga merupakan salah satu dari menu yang sering dijadikan untuk set-upan evenig cocktail,karena mudah untuk dibuat. Hidangan ini berwarna kecoklatan dengan tekstur agak kenyal dan sedikit padat,yang merupakan tekstur dari udangnya,dan renyah juga karena shrimpnya dibreaded dulu sebelum di goreng.


2.Fried Mushroom

 Hasil gambar untuk fried mushroom
Ingridients:
-Mushroom Champingon
-Spinach
-Onion
-Cooking cream
-Seasoning salt and pepper
-Bread crumb
-Flour
-Egg

How to make:
-Saute onion
-After thta add the spinach,and then pour a little bit of cooking cream and water
-Seasoning with salt and pepper
-Cutting the base of mushroom
-After perforated, add saute spinach
-Next,Breaded shrimp ( Lumurkan shrimp ke tepung terigu,lalu ke kocokam telur, dan bread crumb)
-After that Deep frying the mushroom.

Fried Mushroom adalah salah satu hidangan yang sering saya buat untuk evening cocktail. Hidangan ini juga baru saya tahu ketika trainig. Jadi fried mushroom ini adalah jamur yang diisi dengan saute spinach, lalu di breaded kemudian digoreng. Rasanya tentu saja enak, creamy,salty,renyah dan juga kenyal dari kombinasi mushroom dan bread crumbnya.Hidangan ini berwarna kecoklatan yang didapat dari hasil deep frying.


3.Soufflé

Hasil gambar untuk suffle

Souffle (bahasa Prancis: [su.fle]) adalah hidangan berbasis telur panggang yang berasal dari awal abad kedelapan belas Prancis. Hal itu dibuat dengan kuning telur dan putih telur kocok dipadukan dengan berbagai bahan lainnya dan dijadikan sajian utama gurih atau dipermanis sebagai makanan pencuci mulut. Kata souffle berasal dari souffler, kata kerja Prancis yang berarti "bernafas" atau "mengembang"

4.Fettucine
Hasil gambar untuk fettucine

Fettuccine (diucapkan [fettuttʃiːnə], secara harfiah "pita kecil" dalam bahasa Italia, Fettuccina) adalah sejenis pasta yang populer di masakan Romawi dan Tuscan. Ini adalah pasta tebal datar yang terbuat dari telur dan tepung (biasanya satu telur untuk setiap 100 g tepung), lebih lebar dari pada tapi mirip dengan tagliatelle khas Bologna. Hal ini sering dimakan dengan sugo d'umido (ragù daging sapi) dan ragù di pollo (chicken ragù).

Fettuccine secara tradisional dibuat segar (baik di rumah atau komersial) tapi fettuccine kering juga bisa dibeli di toko.

Spinachfettuccine terbuat dari bayam, tepung, dan telur.

Makanan yang dibuat dengan fettuccine termasuk Fettuccine Alfredo.


5.Sushi
 Hasil gambar untuk sushi
Sushi (, , atau biasanya , 寿司) Adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibuat bersama lauk (neta) makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dibuat. [1] Nasi sushi memiliki rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Asal usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi ( ). Pada awalnya, sushi yang diterbitkan dengan huruf kanji merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō ( ) Yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi ( koji) Atau ampas sake ( kasu). Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode mulai cara diterjemahkan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).


6.Sashimi
Hasil gambar untuk sashimi

Sashimi (刺身?) Adalah makanan Jepang dengan makanan segar utama yang langsung dimakan mentah dengan bumbu seperti kecap, jahe parut, dan wasabi. Ada pendapat yang mengatakan tidak ada yang suka kebiasaan setua sejarah manusia, tetapi kebiasaan ini bisa berlanjut atau menghilang tergantung pada kondisi lingkungan tempat tinggal. Jepang adalah negara kepulauan dengan makanan laut segar yang bisa dinikmati sepanjang tahun, sehingga kebiasaan menikmati makanan laut segar tanpa berlanjut. Ada juga pendapat bahwa kata Sashimi berasal dari nama Namashishi (生肉, daging mentah) atau Namasuki ( , potongan segar).


7.Coto makassar
       
 Hasil gambar untuk coto
Coto makassar atau coto mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini dibuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam wadah dan dinikmati dengan ketupat dan "burasa" atau yang biasa dikenal sebagai buras, yaitu sejenis ketupat yang dibungkus daun pisang. Seperti yang telah saya jelaskan di food terminoogi minggu lalu.


Coto makassar diharapkan telah ada semenjak masa Kerajaan Gowa di abad ke-16. Dahulu hidangan coto bagian daging sapi sirloin dan tenderloin hanya disajikan untuk disantap oleh keluarga kerajaan. Sementara bagian jeroan disajikan untuk masyarakat kelas bawah atau abdi dalem pengikut kerajaan.


8.Pallu kaloa
Hasil gambar untuk pallu kaloa
pallu kaloa berarti memasak dengan menggunakan rempah kaloa, yang merupakan rempah khas Sulawesi Selatan. Kaloa tergolong rempah biji dengan kulit keras berukuran kecil seperti bawang. Bagian yang digunakan untuk meracik sup ikan ini adalah bijinya yang berwarna hitam, tanpa dihancurkan sama sekali, untuk menciptakan cita rasa asam yang khas.
   Kuah sup ini terlihat berwarna kehitaman dan tidak kental. Berhubung tampilan kuahnya mirip menu rawon asal Jawa Timur, tak ayal sebagian warga pendatang di Makassar menyebut pallu kaloa sebagai rawon ikan. Pallu kaloa menjadi salah satu masakan yang paling diburu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Masyarakat dari kalangan biasa hingga pejabat kerap menjadikan makanan ini sajian utama ketika menjamu tamu. Warung pallu kaloa di Jalan Tentara Pelajar ini sudah hadir sejak era tahun 1970-an.
   peracik pertama Pallu Kaloa bernama H. Wasid asal Kabupaten Pangkep. Dulu ia berjualan pallu kaloa menggunakan gerobak di Jalan Lombok. Menu ini rupanya berhasil menarik perhatian banyak penikmat makanan sehingga pada tahun 2005, H. Wasid memutuskan untuk mengembangkan usahanya dengan membuka warung makan di Pasar Sentral. Lantaran Pasar Sentral sempat mengalami dua kali kebakaran, H. Wasid lantas mengajak anaknya untuk membuka warung di Jalan Tentara Pelajar pada tahun 2008. Warung yang awalnya hanya berukuran 4X6 meter kini telah berkembang menjadi 8X6 meter. Tidak hanya itu, warung pallu kaloa milik H. Wasid kini juga sudah memiliki dua cabang salah satunya dikelola oleh sang cucu. Pallu kaloa yang diracik H. Wasid bersama tujuh anaknya memiliki ciri khas tersendiri. Kalau di rumah makan lain kuah sup dibumbuhi kelapa, di tempat ini sebaliknya, tidak menggunakan kelapa sama sekali. Kuah sup hanya mengandalkan cita rasa asam dari rempah kaloa yang dicampur asam Jawa dan gula merah.
   Resep yang  digunakan sudah turun-temurun diwariskan dari kakek makanya tidak akan sama dengan tempat lain. Apalagi ikan yang dipakai benar-benar dipilih dan tidak asal seperti kerapu, lamuru, katamba, kaneke, dan tuna yang hanya dipakai kepalanya. Sementara yang ingin mencicipi dagingnya, dipilihkan ikan tuna dan lamuru. Adapun untuk kuahnya menggunakan bumbu rempah yang terdiri atas lengkuas, sereh, bawang putih, bawang merah, kayu manis, pala, ketumbar, merica, dan kaloa.

9.Tacos
Hasil gambar untuk tacos
Tacos atau taco adalah kuliner khas Meksiko yang paling terkenal di dunia saat ini. Makanan ini biasanya terdiri dari roti tortila dan isinya adalah daging sapi, daging babi atau daging ayam, tomat, selada dan keju. Dan makanan ini sering disantap dengan pelengkap saus salsa atau saus guacamole.


10.baguette
Hasil gambar untuk french bread
Istilah "baguette" pertama kali dilahirkan pada tahun 1920. Sebelumnya istilah ini digunakan untuk merujuk kepada "tongkat", makanya roti ini juga berbentuk seperti tongkat. Saat ini, simbol baguette dipakai sebagai icon kebudayaan negara Perancis berdampingan dengan Menara Eiffel, roti Croissant, dan lain-lain.Dilansir oleh theguardian.com, roti baguette dahulu sengaja diciptakan sedemikian rupa agar prajurit napoleon tidak kerepotan membawa bekal yang terlalu banyak di medan perang. Bentuknya yang panjang memudahkan mereka untuk menaruhnya di saku celana mereka. Konon, ide tersebut diilhami oleh sang napoleon sendiri sebelum bergegas menginvasi negara Rusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

daily acticity 11(English version)

ingridient terminology